Selasa, 22 Mei 2018

Menjadi berani dengan 6 Sifat Sahabat

 6 Sifat Sahabat



Allah SWT meletakkan kesuksesan dan kebahagiaan hidup manusia di dunia
dan akhirat hanyalah pada agama Islam yang sempurna. Agama Islam yang
sempurna adalah agama yang dibawa oleh Rasululloh SAW. Meliputi Iman,
Ibadah, Muamalah, Muasyarat dan Ahlaq. Pada saat ini umat islam tidak
ada kekuatan dan kemampuan untuk mengamalkan agama secara sempurna.
Para sahabat RA telah sukses dan jaya dalam mengamalkan agama secara
sempurna karena mereka memiliki sifat-sifat dasar yang terkandung
dalam enam sifat sahabat yang meliputi,
1. Yakin atas kalimat thoyyibah “laa ilaaha illallah muhammadurrasulullah”
2. Sholat khusyu’ dan khudlu’
3. Ilmu ma’adzikir
4. Ikromul Muslimin
5. Tashihun niat
6.Da’wah dan tabligh khuruj fi sabilillah.

Enam sifat sahabat RA tersebut bukan merupakan wujud agama yang
sempurna, karena agama yang sempurna terkandung dalam al qur’an dan al
hadits, tetapi apabila enam sifat para sahabat tersebut ada dalam diri
kita maka Allah SWT akan memberikan kemudahan kepada kita untuk
mengamalkan agama secara sempurna.

1. Yakin atas kalimah thoyyibah “laa ilaaha illallah muhammadurrasulullah”.
Arti : Tidak ada yang berhak disembah selain Allah Swt. Dan Baginda
Muhammad Saw. Adalah utusan Allah.
Maksud Laa ilaha illallah
Mengeluarkan keyakinan pada mahluk dari dalam hati dan memasukkan
keyakinan hanya kepada Allah Swt. Di dalam hati.
Fadhilah :
1. Barang siapa yang mati sedangkan dia yakin tidak ada yang berhak
disembah selain Allah Swt., maka dijamin masuk surga.
2. Barang siapa yang bersaksi bahwa tidak ada yang berhak disembah
selain Allah dan hatinya membenarkan lisannya, maka dipersilahkan
masuk surga dari pintu mana yang dia suka.
3. Sekecil-kecil iman dalam hati maka akan Allah berikan surga yang
luasnya 10 kali dunia. Cara mendapatkan :
1. Dakwahkan pentingnya iman yakin.
2. Latihan dengan cara memperbanyak halaqoh-halaqoh / majlis iman
yakin (bicara atau dengar).
3. Berdoa kepada Allah agar diberikan hakekat iman dan yakin.
Maksud Muhammadarrasulullah
Meyakini hanya satu-satunya jalan untuk mencapai kejayaan dunia dan
akherat hanya dengan cara ikut sunnah Rasulullah Saw.
Fadhilah :
1. Rasulullah Saw. bersabda, Tidak akan masuk neraka seseorang yang
bersaksi bahwa tidak ada yang berhak disembah selain Allah dan Aku
(Muhammad) sebagai utusan Allah.
2. Rasulullah Saw. bersabda barang siapa yang berpegang teguh dengan
sunnahku dikala rusaknya ummatku maka baginya pahala 100 orang mati
syahid.
3. Rasulullah Saw. Bersabda barang siapa menghidupkan sunnahku sungguh
dia cinta padaku, dan barangsiapa yang cinta padaku maka akan
bersamaku didalam surga.
Cara mendapatkan :
1. Dakwahkan pentingnya menghidupkan sunnah Rasulullah Saw.
2. Latihan , yaitu dengan cara menghidupkan sunnah Rasulullah Saw.
Dalam kehidupan kita selama 24 jam.
3. Berdoa kepada Allah agar diberikan kekuatan untuk menghidupkan
sunnah.

2. Sholat khusyu’ dan khudlu’
Arti : Shalat dengan konsentrasi batin dan merendahkan diri dengan
mengikut cara yang dicontohkan oleh Rasulullah Saw.
Maksud Shalat Khusu dan Khudu
Membawa sifat-sifat ketaatan kepada Allah Swt didalam shalat kedalam
kehidupan sehari-hari.
Fadhilah :
1. Allah berfirman : Sesungguhnya shalat dapat mencegah dari perbuatan
keji dan mungkar.
2. Allah berfirman : Carilah pertolongan Allah dengan sabar dan
shalat.
3. Rasulullah Saw. Bersabda : shalat adalah milahnya orang beriman.
Cara mendapatkan :
1. Dakwahkan pentingnya shalat
2. Latihan dengan cara :
a. Memperbaiki dhahirnya shalat.
b. Menghadirkan keagungan Allah
c. Belajar menyelesaikan masalah dengan shalat
3. Berdoa kepada Allah agar diberikan hakekat shalat khusyu dan khudu.

3. Ilmu ma’adzikir
Arti Ilmu : Semua petunjuk yang dating dari Allah Swt melalui Baginda
Rasulullah Saw.
Arti Dzikir: Mengingat Allah sebagaimana agungnya Allah.
Maksud Ilmu ma’adzikir
Mengamalkan perintah Allah Swt. Pada setiap saat dan keadaan dengan
menghadirkan keagungan Allah didalam hati dan ikut cara Rasulullah
Saw.
Fadhilah Ilmu:
1. Apabila Allah menghendaki kebaikan pada seorang hamba, maka akan
Allah fahamkan dirinya pada masalah agama.
2. Barangsiapa berjalan mencari ilmu maka akan Allah mudahkan untuknya
jalan menuju surga.
3. Barangsiapa mempelajari satu ayat Al Quran maka nilainya adalah
lebih baik daripada shalat sunnah 100 rakaat. Barangsiapa mempelajari
satu bab dari ilmu maka lebih baik nilainya daripada shalat sunnah
1000 rakaat.
Fadhilah Dzikir:
1. Perumpamaan orang yang berdzikir dengan orang yang tidak berdzikir
adalah seperti orang yang hidup dibandingkan dengan orang yang mati.
2. Allah berfirman : Dengan mengingat Allah maka hati akan menjadi
tenang.
3. Allah berfirman : Ingatlah pada Ku niscaya Aku akan ingat kepadamu.
Cara mendapatkan ilmu fadhail :
1. Dakwahkan pentingnya ilmu fadhail
2. Latihan dengan cara :
a. Duduk dalam halaqoh fadhail di masjid dan di rumah.
b. Ajak manusia untuk duduk dalam halaqoh fadhail
c. Hadirkan fadhail dalam setiap amalan .
3. Berdoa kepada Allah agar diberikan hakekat ilmu fadhail.
Cara mendapatkan ilmu masail :
1. Dakwahkan pentingnya ilmu masail
2. Latihan dengan cara :
a. Duduk dalam halaqoh masail dengan para alim ulama.
b. Bertanya kepada ulama baik untuk masalah agama maupun dunia.
c. Sering berziarah kepada para alim ulama .
3. Berdoa kepada Allah agar diberikan hakekat ilmu masail.
Cara mendapatkan dzikir :
1. Dakwahkan pentingnya dzikir kepada Allah Swt.
2. Latihan dengan cara :
a. Setiap hari membaca Al Quran (usahakan 1 juz).
b. Membaca tasbihat, shalawat dan istigfar masing-masing 100 X.
Ketika membaca tasbihat maka hadirkan kemahasucian Allah
Ketika membaca shalawat maka ingat jasa-jasa Rasulullah kepada kita.
Ketika membaca istigfar maka hadirkan sifat Maha Pengampunnya Allah.
c. Amalkan doa-doa masnunah (harian) .
3. Berdoa kepada Allah agar diberikan hakekat dzikir.

4. Ikromul Muslimin
Arti : Memuliakan sesame orang islam / muslim.
Maksud ikramul muslimin
Menunaikan hak-hak semua orang islam tanpa meminta hak daripadanya.
Fadhilah :
1. Allah akan menolong seorang hamba selagi dia menolong saudaranya.
2. Barang siapa menutup aib saudaranya yang muslim maka Allah akan
menutup aibnya dan barang siapa membuka aib saudaranya yang muslim
maka Allah akan membuka aibnya sampai dia akan dipermalukan di
rumahnya sendiri.
3. Senyummu didepan saudaramu adalah sedekah.
Cara mendapatkan :
1. Dakwahkan pentingnya ikram
2. Latihan dengan cara :
a. Memberi salam kepada orang yang kita kenal ataupun yang tidak kita
kenal.
b. Menyayangi yang muda, menghormati yang tua, memuliakan uloama dan
menghormati sesama.
c. Berbaur dengan semua orang yang berbeda-beda wataknya.
3. Berdoa kepada Allah agar diberikan ahlaq sebagaimana ahlaq Baginda
Rasulullah Saw.

5. Tashihun niat
Arti : Membetulkan / meluruskan niat
Maksud tashihun niat
Membersihkan niat pada setiap amalan semata-mata karena Allah Swt.
Fadhilah :
1. Sesungguhnya Allahtidak akan menerima amalan seseorang kecuali
dengan ikhlas.
2. Sesungguhnya Allah tidak memandang pada rupamu dan hartamu tetapi
Dia akan memandang pada hatimu dan amalanmu.
3. Baginda Rasulullah Saw. Bersabda : Wahai Muadz jagalah keihklasan
karena amal yang ikhlas walau sedikit akan mencukupi.
Cara mendapatkan :
1. Dakwahkan pentingnya ikhlas.
2. Latihan dengan cara : setiap beramal periksa niat kita, sebelum
beramal, ketika beramal dan setelah beramal, bersihkan niat agar
semata-mata hanya karena Allah.
3. Berdoa kepada Allah agar diberikan hakekat ikhlas dalam beramal.

6. Da’wah dan tabligh khuruj fi sabilillah
Arti : Dakwah mengajak, Tabligh menyampaikan dan khuruj fisabilillah
adalah keluar di jalan Allah.
Maksud
1. Memperbaiki diri, yaitu bagaimana agar dapat menggunakan harta diri
dan waktu sebagaimana yang diperintahkan Allah.
2. Menghidupkan agama secara sempurna pada diri sendiri dan semua
manusia diseluruh alam dengan menggunakan harta dan diri sendiri.
Fadhilah :
1. Allah berfirman : dan adakah yang perkataannya lebih baik daripada
seseorang yang mengajak manusia kepada Allah.
2. Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk kebaikan dia akan
mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkan.
3. Sepagi sepetang dijalan Allah lebih baik daripada mendapatkan dunia
dan seisinya.
Cara mendapatkan :
1. Dakwahkan pentingnya dakwah dan tabligh.
2. Latihan dengan cara : keluar dijalan Allah minimal 4 bulan seumur
hidup, 40 h setiap tahun, 3h setiap bulan dan 2,5 jam setiap hari.
Tingkatkan dengan cara bertahap-tahap menjadi 4 bl tiap tahun, 10h
tiap bulan dan 8 jam setiap hari.
3. Berdoa kepada Allah agar diberikan hakekat dakwah dan tabligh yaitu
dapat menggunakan harta, diri dan waktu untuk kepentingan agama.

Sumber :   <klik disini>

berkahnya mengikuti adab adab

Adab - Adab Sunnah Rassul SAW
dalam sehari - sehari




Adab Minum

Yang perlu diperhatikan dalam minum al :

  • Sunnah minum sambil duduk, jangan berdiri. Jika minum sambil berdiri dianjurkan untuk memuntahkannya. Dan sunnah minum dengan tangan kanan. (Muslim).
  • Nabi saw. suka minum juice buah-buahan segar. (Bukhari). 
  • Mulai minum dengan membaca basmalah dan diakhiri dengan hamdalah. (Tirmidzi).
  • Sunnah mendahulukan pembagian minum kepada yang sebelah kanan lebih dahulu. (Bukhari, Muslim). * Yang membagikan minuman sebaiknya yang terakhir minum. (Muslim, Tirmidzi, Nasa`i).
  • Dianjurkan melihat kedalam air minum lebih dulu sebelum meminumnya. Jangan sampai ada sesuatu yang berbahaya terminum. Jika ada lalat masuk kedalam air minum, maka tenggelamkan lalu buang lalatnya dan minum airnya.
  • Sunnah memakai tutup kepala ketika minum.
  • Sunnah dianjurkan meninggalkan minuman dalam keadaan tertutup, jika darurat cukup letakkan batang kayu diatasnya. (Bukhari, Muslim).
  • Sunnah sering minum susu. (Tirmidzi).
  • Sunnah berkumur-kumur setelah minum susu karena terdapat lemak didalamnya. (Bukhari).
  • Ketika diberi minum susu, disunnahkan membaca doa "Allahumma bariklana fiihi wazidnaa minhu" (Ya Allah, berkahilah kami padanya dan tambahkan kami darinya). (Tirmidzi).
  • Sunnah minum air Zam zam sambil berdiri menghadap kiblat. (Muttafaqun Alaih)
Yang tidak disukai dalam minum al :
  • Haram minum diatas gelas emas dan perak. (Bukhari, Muslim).
  • Jangan minum sambil bersandar. (Tirmidzi).
  • Jangan minum dengan sekali teguk, seperti unta minum. Sunnah 3 kali tegukkan, itu akan lebih menyehatkan. (Muslim, Tirmidzi, Nasa`i).
  • Jangan meminum ditempat retaknya gelas. (Muslim, Ibnu Majah).
  • Jangan bernafas didalam gelas ketika minum. Jika ingin bernafas, jauhkan gelas dari mulut. (Bukhari, Muslim, Tirmidzi).
  • Jangan meniup air minum, walaupun air panas. (Muslim, Tirmidzi).
  • Jangan meminum langsung dari tempat minuman atau teko. (Bukhari, Muslim)

Adab Makan

  • Membasuh tangan sebelum makan. Sunnah makan dan minum dengan tangan kanan, makan dengan tangan kiri adalah perbuatan syetan. (Muslim, Tirmidzi)
  • Sunnah membaca basmalah, jika lupa di permulaan hendaknya membaca "Bismillahi awwalahu wa akhirohu" artinya Dengan nama Allah awalnya dan akhirnya. (Tirmidzi, Nasa`i)
  • Sunnah memulai makan dengan membaca doa ; "Bismillahi wa `ala barokatillah" artinya Dengan nama Allah dan berkah Allah. (Hakim) 
  • Sunnah memulai makan dari makanan yang terdekat, dimulai dari pinggir piring menuju tengah, karena berkah makanan terletak di tengah. (Bukhari, Nasa`i, Ibnu Majah)
  • Setelah selasai makan membaca doa "Alhamdulillahilladzi ath`amana wasaqona waj`alana minal muslimin" artinya Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami makan dan minum, dan menjadikan kami dari golongan muslimin. (Tirmidzi, Nasa`i)
  • Sunnah memuji makanan, tidak boleh mencela makanan. (Bukhari,Muslim, Tirmidzi, Nasa`i)
  • Jika menyukai makanan yang dihidangkan, makanlah. Jika tidak suka, tinggalkan. (Muslim)
  • Banyak berzikir
  • Sunnah makan dengan berjemaah. Makan jemaah akan menambah berkah. Maka untuk satu orang,bila dengan berjemaah cukup untuk 2 orang. Makanan untuk 2 orang, cukup untuk 4 orang. Makanan untuk 4 orang, cukup untuk 8 orang. (Bukhari , Muslim)
  • Nabi saw. tidak pernah makan di meja makan atau kursi, walaupun tersedia meja dan kursi. (Bukhari)
  • Sunnah memakai alas dibawah piring. (Buhkari)
  • Makanan yang jatuh hendaknya di ambil kembali. Mungkin itu adalah makanan yang mengandung berkah. (Muslim, Nasa`i)
  • Selesai makan disunnahkan membersihkan piring bekas makan, sehingga bersih seperti semula. (Muslim)
  • Sesudah makan disunnahkan menjilati/mengecup jari-jari tangan, sebelum dibersihkan dengan air atau sapu tangan. (Muslim, Nasa`i)
  • Jangan tinggalkan majelis makan berjamaah, tanpa ijin yang lainnya jika belum selesai. (Ibn Majah)
  • Jangan makan terlalu banyak, kenyang atau berlebih-lebihan.
  • Jangan makan sambil bersandar, berjalan, tidur-tiduran. (Bukhari,Muslim, Nasa`i)
  • Jangan mengambil kue atau makanan langsung dua buah ketika makan berjemaah. (Bukhari, Muslim)
  • Jangan memotong daging dengan pisau ketika makan. Itu adalah budaya asing, sebaiknya digigit dengan gigi. (Abu Dawud, Baihaqi)

Larangan beristinja

Larangan dalam istinja :
  1. Jangan membawa lafazh "Allah" dan "Muhammad" atau ayat-ayat Al-quran ke dalam wc/kamar mandi. (Nasai).
  2. Jangan membuang hajat menghadap ke arah kiblat dan jangan membelakanginya. Menghadaplah selain ke kedua arah tadi. Boleh membelakangi dan menghadap kiblat, bila didalam bangunan. Itupun bila terpaksa. (Bukhari, Nsai, Muslim, Tirmidzi)
  3. Jangan berbicara atau berkomunikasi didalam wc. (Abu Dawud, Ibnu Majah).
  4. Menjawab salam pun tidak boleh ketika di wc. menjawabnya cukup dengan isyarat. (Muslim, Tirmidzi, Nasai) 
  5. Tidak boleh berdua dikamar mandi, kecuali suami istri. (Abu Dawud, Ibnu Majah).
  6. Tidak boleh beristija dengan tulang atau kotoran hewan yang kering. Benda-benda itu adalah makanan jin. (Muslim, Nasai).
  7. Jangan buang air di lubang-lubang ditanah, karena mungkin tempat tinggal jin. Sa`ad bin Ubadah pernah mati dibunuh jin karena kencing dilubang tanah. Dan jangan dijalan tempat orang lewat, tempat berteduh, disumber air, di pemandian, dibawah pohon berbuah, atau di air yang mengalir. (Muslim, Tirmidzi).
  8. Jangan makan, jangan bernyanyi dan bersiul, didalam wc walaupun tidak sedang buang air atau mandi. (Abu Dawud, Ibnu Majah)
  9. Jangan menampakkan aurat ketika buang air, usahakan bertutup diri atau pergi menjauh agar tidak dilihat oleh umum. (Muslim, Tirmidzi). * Sebaiknya mencari tempat terlebih dahulu yang orang lain tidak melihat, mencium baunya, dan tidak mendengarnya. (Imam Nawawi)
  10. Sunnah menuntaskan sisa air kencing dengan berdehem dan memijit-mijit dari pangkal kemaluan sampai ujungnya 3 kali. (Imam Nawawi)
  11. Jangan memandang kelangit, ke farjinya maupun kepada kotoran yang keluar darinya. Karena hal itu tidak patut dilakukan. Dan makruh pula bagi orang yang buang hajat, berbicara atau melakukan pekerjaan selagi membuang hajatnya. (Muslim, Abu Dawud).
12 . Masuk wc dengan kaki kiri,dan sebelum itu baca doa terlebih dahulu :
 ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺇﻨﻰ ﺃﻋﻮﺫ ﺑﻚ ﻤﻥ ﺍﻟﺧﺑﺚ ﻮ ﻟﺧﺑﺎ ﺌﺙ
(Allahumma inni `a`udzubika minal khubutsi walkhoba is), artinya “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari gangguan syetan laki-laki dan wanita.” (Bukhari, Muslim)

 13. Keluar wc dengan kaki kanan terlebih dahulu, kemudian membaca doa :
ﻏﻔﺮﺍﻨﻚ. ﺍﻠﺤﻤﺪ ﷲ ﺍﻟﺬﻱ ﺃﺬ ﻫﺏ ﻋﻧﻰ ﺍﻷ ﺬٰ ﻯ ﻮﻋﺎ ﻓﻨﻰ
(Ghufronaka. Alhamdulillahilladzi adzhaba `annil adzaa wa `aafanii), artinya “Aku mohon ampunan-Mu. Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan penyakit dariku dan menyembuhkanku.” (Tirmidzi, Nasa`i, Ibnu Majah)

14. Wc adalah tempat berkumpulnya syetan, mudharat berlama-lama didalamnya. Jika telah selesai hajatnya, secepatnya keluar dari wc. (Nasa`i, Ibnu Majah)

15. Dianjurkan bertutup kepala ketika didalam wc. Dan baru membukanya jika perlu membasahi rambut kita. (Ibnu Sa`ad).

16. Buang air hendaknya dengan jongkok, jangan berdiri. Buang air berdiri adalah perbuatan yahudi dan nasrani. (Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Nasa`i)

17. Beristinjak hanya dengan tangan kiri. Jangan menyentuh kemaluan dengan tangan kanan. (Bukhari, Nasa`i, Muslim, Tirmidzi)

18. Benda-benda yang diblehkan untuk beristinja yaitu, air, batu, tanah liat yang keras dan kertas. Digunakan sebanyak 3 kali atau jumlah ganjil. (Bukhari, Ibnu Majah)

19. Sunnah menghemat air, gunakan secukupnya saja.

20. Hati-hati dengan cipratan air kencing, terutama ketika kencing berdiri. Banyak orang disiksa didalam kubur, karena tidak berhati-hati ketika istinja dan tidak sempurna ketika berwudhu. (Bukhari, Muslim, Ibnu Majah)

Adab Tidur

Beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum kita tidur,
Berikut ini, tuntunan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam ketika hendak tidur.
1. Sebelum tidur sunnah berwudhu dulu, sebagaimana wudhu sholat. (Bukahari, Muslim)
2. Sunnah mengibas-ibas alas tidur sebelum dihamparkan, (Bukhari). Abu Hurairah ra bahwasanya Rasulullah Shalallahu’alaihi wa sallam bersabda:“Apabila seorang dari  kamu akan tidur pada tempat tidurnya, maka hendaklah mengirapkan kainnya pada tempat tidurnya itu terlebih dahulu, karena ia tidak tahu apa yang ada di atasnya…” Di dalam satu riwayat dikatakan: “tiga kali”. (Muttafaq `alaih).
3. Sebelum tidur hendaknya menghisab diri, mengoreksi amal perbuatan kita pada hari itu dan berniat akan beramal lebih baik pada hari berikutnya. (Umar bin Khattab)
4. Sebelum tidur berniat bangun tahajjud. Dan mengajak keluarga bersama-sama mengerjakan Sholat tahajjud. (Bukhari,Muslim,Dabu Dawud)
5. Sunnah tidur dengan posisi tulang rusuk kanan berada dibawah, muka dan badan menghadap kekiblat, dan telapak tangan diletakkan dibawah pipi. (Bukhari, Muslim, Tirmidzi).* Boleh tidur terlentang dengan meletakkan kaki yang satu diatas kaki yang lainnya. (Bukhari, Muslim).
6. Hendaknya menjaga aurat, walupun dikamar sendiri.(Tirmidzi, Nasa'i). * Wanita dianjurkan agar selalu memakai selimut ketika tidur.
7. Anak laki-laki dan perempuan hendaknya dipisahkan tempat tidurnya setelah berumur 6 tahun.(Abu Dawud, Tirmidzi)
8. Sebelum tidur hendaknya menjauhkan benda-benda tajam dari sisi kita.

Larangan dalam tidur :
1. Dilarang tidur tengkurap. Itu adalah cara tidur yang dibenci Allah.. (Abu Dawud, Tirmidzi)
2. Dilarang tidur hanya berselimut, tanpa berpakaian apapun. (Muslim)
3. Sesama lelaki atau sesama wanita dilarang tidur dalam satu selimut.(Muslim)
4. Dilarang menceritakan mimpi buruk kepada siapa pun. Disunnahkan menceritakan mimpi baik kepada orang yang dipercaya. (Bukhari)

Bacaan sebelum tidur
1. Membaca surat Al-Iklhas, Al-Falaq, An-Nas, kemudian ditiupkan ketelapak tangan dan di usapkan ke seluruh anggota badan, sebanyak tiga kali.(Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa'i).
2. Membaca surat Al-Kafirun. Barang siapa membacanya sebelum tidur, akan terhindar dari sifat syirik.(Thabrani, Abu Dawud, Nasa'i).
3. Dianjurkan beristigfar sebanyak-banyaknya, minimal tiga kali. Dan sedikitnya sepuluh ayat Al-Qur'an sebelum tidur malam. Barang siapa membaca pada malam hari dan ia meninggal dunia, maka ia tidak tergolong orang-orang yang lalai.(Tirmidzi)
4. Membaca tasbih Fatimah, Subhanallah 33 kali, Alhamdulillah 33 kali, Allahu Akbar 33 kali. Barang siapa yang membaca sebelum tidur, akan bangun dalam keadaan segar bugar.(Muslim)
5. Kemudian membaca doa : بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَحْيَا وَبِاسْمِكَ أَمُوتُ (Bismika Allahumma Amuutu Wa ahya) ” Dengan menyebut nama-Mu ya Allah, aku mati dan aku hidup.”
(Bukhari)
6. Bangun tidur dengan membaca : 
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ 
(“Alhamdu Lillahilladzii Ahyaanaa ba’da maa Amaatanaa wa ilaihinnusyuuru”) “Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah kami dimatikan-Nya, dan kepada-Nya lah kami dikembalikan.” ( Al-Bukhari)
7. Setelah bangun sunnah mencuci tangan tiga kali. Jangan menyentuh makanan dan minuman apapun sebelum cuci tangan. Sunnah segera bersiwak, mangmbil air wudhu, serta memasukkan air kehidung, karena syetan banyak yang bersembunyi dilubang hidung ketika tidur.(Bukhari). Lalu sholat dua rekaat.

Sumber : <klik disini>

Berkah nya Shalat Tahajud

  Shalat Tahajud

<img alt="Visitor Blog" src="http://flash-share.blogspot.com/--RChE-zlWO0/UaNWiK_g_CI/AAAAAAAADYo/RO2W7SGSoSE/s320/SEO+pengunjung+blog.jpg" title="Visitor Blog" />
        Shalat Tahajjud adalah shalat sunnah yang dikerjakan pada malam hari sesudah mengerjakan shalat Isya sampai terbitnya fajar dan sesudah bangun dari tidur, meskipun itu hanya sebentar.

Hukum Shalat Tahajjud adalah Sunnat Mu’akkad, yaitu sunnat yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan, karenanya maka Rasul SAW sangat menganjurkan kepada para umatnya untuk senantiasa mengerjakan shalat Tahajjud. Karena dalam shalat Tahajjud terdapat keutamaan dan keistimewaan yang besar sekali. 
Beberapa dalil yang menyinggung keutamaan bangun pada dua pertiga malam shalat tahajjud adalah Surat AL-MUZZAMMIL ayat 1 – 20. Berikut Saya ambil salah Satu petikan dari surat AL-MUZZAMMIL AYAT 20:

“Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwasanya kamu berdiri (sembahyang) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersama kamu. Dan Allah menetapkan ukuran malam dan siang…..…Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Surat Ini menjelaskan bagaimana Allah memberi kita waktu waktu yang kiranya paling tepat untuk memohon doa. Maha Benar ALLAH dengan segala firmannya. Rasulullah SAW pun bersabda: “Kerjakanlah shalat malam, karena shalat malam itu kebiasaan orang-orang yang shaleh sebelum kamu dahulu, juga suatu jalan untuk mendekatkan diri kepada TUHAN kalian, juga sebagai penebus pada segala kejahatan (dosa) mencegah dosa serta dapat menghindarkan penyakit dari badan (HR.Imam Tirmidji & Ahmad)
Kekuatan dan Keajaiban dalam Shalat Tahajud
Tahukah anda terdapat banyak kekuatan dan keajaiban dalam shalat tahajud kalau belum tahu mari kita bahas disini. Dengan melaksanakan Sholat tahajud secara ikhlas karena Allah SWT dan dengan rajin maka kita akan di mudahkan dalam menghadapi kehidupan di jaman sekarang yaitu cara cepat kaya dan bahagia dengan shalat tahajud.

Kenapa bisa dikatakan demikian??  Allah SWT menegaskan bahwa orang yang shalat tahajud akan selalu mempunyai sifat rendah hati dan ramah. Ketenangan yang merupakan refleksi ketenangan jiwa dalam menjalani kehidupan sehari-hari di masyarakat.

Allah Berfirman :

“Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik. Dan orang yang melewati malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka.” (QS. Al-Furqan: 63-64)

Dalam sebuah hadist shahih :

Setan mengikat tiga ikatan tiga ikatan pada tengkuk kepala setiap orang diantara kalian ketika tidur . Pada setiap tali setan berseru (dengan bisikan halus),” Lewatilah malam yang panjang ini dan tidurlah! ” Jika ia bangun karena ingat Allah swt,lepaslah satu ikatan . Jika kemudian ia berwudhu,lepaslah satu ikatan lagi . Jika kemudian ia shalat,maka lepaslah semua ikatan itu,sehingga pada paginya,ia akan giat bekerja (sehingga menjadi kaya) dan jiwanya baik (sehingga menjadi bahagia) . Jika ia tidak melakukan semua itu,maka pada paaginya,jiwanya akan tidak baik (sehingga tidak akan bahagia) dan ia akan malas bekerja (sehingga tidak akan kaya) . (HR Bukhari,Muslim ,dan Abu Dawud) .

Hadist tersebut menjelaskan bahwa melakukan tahajud akan membuat kita menjadi kaya (karena giat bekerja) dan (bahagia karena berjiwa baik) . Tidak semua orang yang melakukan shalat tahajud lantas menjadi kaya dan atau bahagia . Tidak sedikt yang justru tenggelam (menjadi miskin dan kian sengsara) dalam tahajud . Lantas apa yang keliru dari shalat tahajud yang mereka jalankan secara rutin?

Jawabannya,mungkin ada pada penilaian kita terhadap kualitas shalat tahajud yang kita kerjakan . Kita cenderung mengira bahwa sholat tahajud yang kita kerjakan sudah benar dan sempurna,padahal itu keliru . 

Rasulullah saw,bersabda :
Sesungguhnya pelaku ibadah itu mengira telah menegakkan shalat (seutuhnya),padahal tidaklah tertulis baginya,kecuali setengah shalat,atau sepertiganya,atau seperempatnya,atau seperlimanya sampai sepersepuluhnya . (HR Ahmad dan Abu Daud).

Terhadap sabda Rasulullah saw tersebut,seorang sahabat bernama Ammar bin Yasir ra . Menerangkan : Yang dicatat untuk dia (si pelaku ibadah) dari shalatnya hanyalah apa yang ia tegakkan dari shalat itu dengan akalnya . (HR Ahmad dan Abu Daud) .

Berikut ini adalah beberapa keajaiban shalat tahajud seperti berikut ini:

1. Shalat Tahajud sebagai tiket masuk surga …

Abdullah Ibn Muslin berkata “kalimat yang pertama kali ku dengar dari Rasulullah Saw saat itu adalah, “Hai sekalian manusia! Sebarkanlah salam, bagikanlah makanan, sambunglah silaturahmi, tegakkan lah shalat malam saat manusia lainnya sedang tidur, niscaya kalian masuk surga dengan selamat.” (HR. Ibnu Majah).

2. Amal yang menolong di akhirat …

Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa berada di dalam taman-taman surga dan di mata air-mata air, seraya mengambil apa yang Allah berikan kepada mereka. Sebelumnya mereka adalah telah berbuat baik sebelumnya (di dunia), mereka adalah orang-orang yang sedikit tidurnya di waktu malam dan di akhir malam mereka memohon ampun kepada Allah).” (QS. Az Zariyat: 15-18)

Ayat di atas menunjukkan bahwa orang yang senantiasa bertahajud Insya Allah akan mendapatkan balasan yang sangat nikmat di akhirat kelak.

3. Pembersih penyakit hati dan jasmani …

Salman Al Farisi berkata, Rasulullah Saw bersabda, “Dirikanlah shalat malam, karena sesungguhnya shalat malam itu adalah kebiasaan orang-orang shaleh sebelum kamu, (shalat malam dapat) mendekatkan kamu kepada tuhanmu, (shalat malam adalah) sebagai penebus perbuatan buruk, mencegah berbuat dosa, dan menghindarkan diri dari penyakit yang menyerang tubuh.” (HR. Ahmad)

4. Sarana meraih kemuliaan …

Rasulullah Saw bersabda, “Jibril mendatangiku dan berkata, “Wahai Muhammad, hiduplah sesukamu, karena engkau akan mati, cintailah orang yang engkau suka, karena engkau akan berpisah dengannya, lakukanlah apa keinginanmu, engkau akan mendapatkan balasannya, ketahuilah bahwa sesungguhnya kemuliaan seorang muslim adalah shalat waktu malam dan ketidakbutuhannya di muliakan orang lain.” (HR. Al Baihaqi)

5. Jalan mendapatkan rahmat Allah …

Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Semoga Allah merahmati laki-laki yang bangun malam, lalu melaksanakan shalat dan membangunkan istrinya. Jika sang istri menolak, ia memercikkan air di wajahnya. Juga, merahmati perempuan yang bangun malam, lalu shalat dan membangunkan suaminya. Jika sang suami menolak, ia memercikkan air di wajahnya.” (HR. Abu Daud)

6. Sarana Pengabulan permohonan …

Allah SWT berjanji akan mengabulkan doa orang-orang yang menunaikan shalat tahajud dengan ikhlas. Rasulullah Saw Bersabda,

“Dari Jabir berkata, bahwa nabi Saw bersabda, “Sesungguhnya di malam hari , ada satu saat yang ketika seorang muslim meminta kebaikan dunia dan akhirat, pasti Allah memberinya, Itu berlangsung setiap malam.” (HR. Muslim)

7. Penghapus dosa dan kesalahan …

Dari Abu Umamah al-Bahili berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Lakukanlah Qiyamul Lail, karena itu kebiasaan orang saleh sebelum kalian, bentuk taqarub, penghapus dosa, dan penghalang berbuat salah.” (HR. At-Tirmidzi)

8. Jalan mendapat tempat yang terpuji …

Allah berfirman,

“Dan pada sebagian malam bertahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al-Isra’:79)

9. Pelepas ikatan setan …

Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Setan akan mengikat kepala seseorang yang sedang tidur dengan ikatan, menyebabkan kamu tidur dengan cukup lama. Apabila seseorang itu bangkit seraya menyebut nama Allah, maka terlepaslah ikatan pertama, apabila ia berwudhu maka akan terbukalah ikatan kedua, apabila di shalat akan terbukalah ikatan semuanya. Dia juga akan merasa bersemangat dan ketenangan jiwa, jika tidak maka dia akan malas dan kekusutan jiwa.”

10. Waktu utama untuk berdoa …

Amru Ibn ‘Abasah berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah Saw, “Ya Rasulullah! Malam apakah yang paling di dengar?”, Rasulullah Saw menjawab, “Tengah malam terakhir, maka shalat lah sebanyak yang engkau inginkan, sesungguhnya shalat waktu tersebut adalah maktubah masyudah (waktu yang apabila bermunajat maka Allah menyaksikannya dan apabila berdoa maka didengar doanya)” (HR. Abu Daud)

Tata Cara Sholat Tahajud

1. Raka'at pertama membaca surah Al Fatihah, setelah itu di lanjut dengan Bacaan/surah lain yang anda sudah hafal
2. Pada raka'at selanjutnya lakukan seperti raka'at pertama
3. Salam
Jumlah rakaat pada shalat tahajud tidak terbatas, mulai dari 2 rakaat, 4, dst.

Bacaan do'a setelah sholat tahajud

Sebenarnya tidaka ada bacaan doa tertentu yang dikerjakan setelah sholat tahajud, anda bisa berdoa sesuai dengan keinginan. Namun bila melihat dengan kebiasaan Rasulullah SAW, Baginda Rasul membaca doa berikut:

للّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُوْرُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ لَكَ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ مَلِكُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، وَلَكَ الْحَمْدُ، أَنْتَ الْحَقُّ، وَوَعْدُكَ الْحَقُّ، وَقَوْلُكَ الْحَقُّ، وَلِقَاؤُكَ الْحَقُّ، وَالْجَنَّةُ حَقٌّ، وَالنَّارُ حَقٌّ، وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ، وَمُحَمَّدٌ حَقٌّ، وَالسَّاعَةُ حَقٌّ، اَللّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ، وَبِكَ خَاصَمْتُ، وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ. فَاغْفِرْ لِيْ مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ، لاَ إِلٰهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَنْتَ إِلٰهِيْ لاَ إِلٰهَ إِلاَّ أَنْتَ

Artinya: "Ya, Allah! Bagi-Mu segala puji, Engkau cahaya langit dan bumi serta seisinya. Bagi-Mu segala puji, Engkau yang mengurusi langit dan bumi serta seisinya. Bagi-Mu segala puji, Engkau Tuhan yang menguasai langit dan bumi serta seisinya. Bagi-Mu segala puji dan bagi-Mu kerajaan langit dan bumi serta seisi-nya. Bagi-Mu segala puji, Engkau benar, janji-Mu benar, firman-Mu benar, bertemu dengan-Mu benar, Surga adalah benar (ada), Neraka adalah benar (ada), (terutusnya) para nabi adalah benar, (terutusnya) Muhammad adalah benar (dari- Mu), peristiwa hari kiamat adalah benar. Ya Allah, kepada-Mu aku pasrah, kepada-Mu aku bertawakal, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku kembali (bertaubat), dengan pertolongan-Mu aku berdebat (kepada orang-orang kafir), kepada-Mu (dan dengan ajaran-Mu) aku menjatuhkan hukum. Oleh karena itu, ampunilah dosaku yang telah lalu dan yang akan datang. Engkaulah yang mendahulukan dan mengakhirkan, tiada Tuhan yang hak disembah
kecuali Engkau, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang hak disembah kecuali Engkau".

Ada baiknya pula membaca Do'a keselamatan Dunia dan Akhirat:

رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الْءَاخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Artinya : "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka".(QS, 2:201)
 
Sumber : <klik disini>

Keberkahan Ber Iktikaf

PERNAH IKTIKAF ? COBA LAH SEKARANG



Pengertian I’tikaf 
I’tikaf menurut bahasa artinya berdiam diri dan menetap dalam sesuatu. Sedang pengertian i’tikaf menurut istilah dikalangan para ulama terdapat perbedaan. Al-Hanafiyah (ulama Hanafi) berpendapat i’tikaf adalah berdiam diri di masjid yang biasa dipakai untuk melakukan shalat berjama’ah, dan menurut asy-Syafi’iyyah (ulama Syafi’i) i’tikaf artinya berdiam diri di masjid dengan melaksanakan amalan-amalan tertentu dengan niat karena Allah. Majelis Tarjih dan Tajdid dalam buku Tuntunan Ramadhan menjelaskan I’tikaf adalah aktifitas berdiam diri di masjid dalam satu tempo tertentu dengan melakukan amalan-amalan (ibadah-ibadah) tertentu untuk mengharapkan ridha Allah.
I’tikaf disyariatkan berdasarkan al-Quran dan al-Hadits.
  1. Al-Qur’an surat al-Baqarah (2): 187.
… فَاْلآَنَ بَاشِرُوهُنَّ وَابْتَغُوا مَا كَتَبَ اللهُ لَكُمْ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ اْلأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ اْلأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ وَلاَ تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ تِلْكَ حُدُودُ اللهِ فَلاَ تَقْرَبُوهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللهُ آَيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ.[البقرة (2): 187]
Artinya:  …maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang   ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hinggga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf dalam masjid. Itulah larangan Allah, maka jangan kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertaqwa.” [QS. al-Baqarah (2):187]
  1. Hadits riwayat Aisyah ra:
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَعْتَكِفُ اْلعَشَرَ اْلأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللهُ ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ. [رواه مسلم]
 Artinya: “Bahwa Nabi saw melakukan i’tikaf pada hari kesepuluh terakhir dari bulan Ramadhan, (beliau melakukannya) sejak datang di Madinah sampai beliau wafat, kemudian istri-istri beliau melakukan i’tikaf setelah beliau wafat.” [HR. Muslim]
 
Waktu Pelaksanaan I’tikaf
I’tikaf sangat dianjurkan dilaksanakan setiap waktu di bulan Ramadhan. Di kalangan para ulama terdapat perbedaan tentang waktu pelaksanaan i’tikaf, apakah dilaksanakan selama sehari semalam (24 jam) atau boleh dilaksanakan dalam beberapa waktu (saat). Al-Hanafiyah berpendapat bahwa i’tikaf dapat dilaksanakan pada waktu yang sebentar tapi tidak ditentukan batasan lamanya, sedang menurut al-Malikiyah i’tikaf dilaksanakan dalam waktu minimal satu malam satu hari.
Dengan memperhatikan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa i’tikaf dapat dilaksanakan dalam beberapa waktu tertentu, misal dalam waktu 1 jam, 2 jam, 3 jam dan seterusnya, dan boleh juga dilaksanakan dalam waktu sehari semalam (24 jam).
Dalam waktu itu ada ketentuan; sehari = 8 jam, sebulan = sehari (bagi murid) / 3 hari, setahun = 40 hari, 3 tahun = 4 bulan, 12 tahun = 1 tahun. Jika dalam bulan ramadhan, berarti harus mengikuti 10 hari terakhir iktikaf sebelum idul fitri .

Tempat Pelaksanaan I’tikaf
Di dalam al-Qur’an surat al-Baqarah ayat 187 dijelaskan bahwa i’tikaf dilaksanakan di masjid. Di kalangan para ulama ada pebedaan pendapat tentang masjid yang dapat digunakan untuk pelaksanaan i’tikaf, apakah masjid jami’ atau masjid lainnya. Sebagian berpendapat bahwa masjid yang dapat dipakai untuk pelaksanaan i’tikaf adalah masjid yang memiliki imam dan muadzin khusus, baik masjid tersebut digunakan untuk pelaksanaan salat lima waktu atau tidak. Hal ini sebagaimana dipegang oleh al-Hanafiyah (ulama Hanafi). Sedang pendapat yang lain mengatakan bahwa i’tikaf hanya dapat dilaksanakan di masjid yang biasa dipakai untuk melaksanakan salat jama’ah. Pendapat ini dipegang oleh al-Hanabilah (ulama Hambali).
Menurut hemat kami masjid yang dapat dipakai untuk melaksanakan i’tikaf sangat diutamakan masjid jami (masjid yang biasa digunakan untuk melaksanakan salat Jum’at) , dan tidak mengapa i’tikaf dilaksanakan di masjid biasa.
Tetapi adapun juga ada jamaah jamaah yang beri'tikaf di mussolah

Syarat-syarat I’tikaf
Untuk sahnya i’tikaf diperlukan beberapa syarat, yaitu;
  • Orang yang melaksanakan i’tikaf beragama Islam
  • Orang yang melaksanakan i’tikaf sudah baligh, baik laki-laki maupun perempuan
  • I’tikaf dilaksanakan di masjid, baik masjid jami’ maupun masjid biasa
  • Orang yang akan melaksanakan i’tikaf  hendaklah memiliki niat i’tikaf
  • Orang yang beri’tikaf tidak disyaratkan puasa. Artinya orang yang tidak berpuasa boleh melakukan i’tikaf 

Hal-hal yang Perlu mendapat perhatian bagi orang yang beri’tikaf
Para  ulama sepakat bahwa orang yang melakukan i’tikaf harus tetap berada di dalam masjid tidak keluar dari masjid. Namun demikian bagi mu’takif (orang yang melaksanakan i’tikaf) boleh keluar dari masjid karena beberapa alasan yang dibenarkan, yaitu;
  • Karena ’udzrin syar’iyyin (alasan syar’i), seperti melaksanakan salat Jum’at
  • karena hajah thabi’iyyah (keperluan hajat manusia) baik yang bersifat naluri maupun yang bukan naluri, seperti buang air besar, kecil, mandi janabah dan lainnya.
  • Karena sesuatu yang sangat darurat, seperti ketika bangunan masjid runtuh dan lainnya.
Amalan-amalan yang dapat dilaksanakan selama I’tikaf
Dengan memperhatikan beberapa ayat dan hadis Nabi Saw., ada beberapa amalan (ibadah) yang dapat dilaksanakan oleh orang yang melaksanakan i’tikaf, yaitu;
  • Melaksanakan salat sunat, seperti salat tahiyatul masjid, salat lail dan lain-lain
  • Membaca al-Qur’an dan tadarus al-Qur’an
  • Berdzikir dan berdo’a
  • Membaca buku-buku agama
Sumber : <klik disini>

Puasa Mencari Berkah

Nikmatnya Berpuasa

Puasa adalah bagian dari ibadah kaum muslimin dan ada berbagai ibadah puasa yang dijalan oleh kaum muslimin dalam berbagai waktu dan kondisi. 

 

Puasa terbukti memiliki banyak manfaat dan keutamaan , oleh sebab itu pemahaman akan puasa wajib dipahami bagi pelakunya agar dalam menjalankannya mendapat banyak wacana yang bermanfaat baik dari sisi kesehatan , amal ibadah maupun pengembangan jiwa dan ruhani. Dan secara langsung mampu mengubah jiwa dan kepribadian menjadi jiwa yang berakhlak baik.



Keutamaan Berpuasa

Berikut ini adalah 11 keutamaan berpuasa :


1. Pengampunan Dosa

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, (bahwasanya) beliau bersabda (yang artinya): 


“Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan penuh iman dan ihtisab (mengharap wajah Allah) maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu". 
[Hadits Riwayat Bukhari 4/99, Muslim 759]

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu juga, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda (yang artinya): 

“Shalat yang lima waktu, Jum'at ke Jum'at. Ramadhan ke Ramadhan adalah penghapus dosa yang terjadi di antara tenggang waktu-waktu tersebut selama menjauhi dosa besar". 
[Hadits Riwayat Muslim 233].

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu juga, (bahwasanya) Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallampernah naik mimbar kemudian berkata: 

"Amin, Amin, Amin"

Ditanyakan kepadanya: "Ya Rasulullah, engkau naik mimbar kemudian mengucapkan Amin, Amin, Amin?" Beliau bersabda (yang artinya): 

“Sesungguhnya Jibril 'alaihissalam datang kepadaku, dia berkata: "Barangsiapa yang mendapati bulan Ramadhan tapi tidak terampuni dosanya maka akan masuk neraka dan akan Allah jauhkan dia, katakan "Amin", maka akupun mengucapkan Amin...." 
[Hadits Riwayat Ibnu Khuzaimah 3/192 dan Ahmad 2/246 dan 254 dan Al-Baihaqi 4/204 dari jalan Abu Hurairah. Hadits ini shahih, asalnya terdapat dalam Shahih Muslim 4/1978. Dalam bab ini banyak hadits dari beberapa orang sahabat, lihatlah dalam Fadhailu Syahri Ramadhanhal.25-34 karya Ibnu Syahin].

2. Amal mulia yang pahalanya akan dibalas langsung dari Allah SWT

Allah SWT berfirman melalui hadits qudsi :


قَالَ اللَّهُ كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلاَّ الصِّيَامَ ، فَإِنَّهُ لِى ، وَأَنَا أَجْزِى بِهِ

Allah berfirman: "Setiap amal anak Adam untuknya kecuali puasa, maka itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya…" (Muttafaq 'Alaih)


3.  Dikabulkannya Do'a dan Pembebasan Api Neraka 

Rasulullah SAW bersabda : 


مَا مِنْ عَبْدٍ يَصُومُ يَوْمًا فِى سَبِيلِ اللَّهِ إِلاَّ بَاعَدَ اللَّهُ بِذَلِكَ الْيَوْمِ وَجْهَهُ عَنِ النَّارِ سَبْعِينَ خَرِيفًا

Tidaklah seorang hamba berpuasa sehari di jalan Allah kecuali Allah menjauhkan wajahnya dengan hari itu dari api neraka tujuh puluh musim. (HR. Jama'ah kecuali Abu Dawud)
Rasullullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda (yang artinya): 
“Sesungguhnya Allah memiliki hamba-hamba yang dibebaskan dari neraka setiap siang dan malam dalam bulan Ramadhan, dan semua orang muslim yang berdo'a akan dikabulkan do'anya"
[Hadits Riwayat Bazzar 3142, Ahmad 2/254 dari jalan A'mas, dari Abu Shalih dari Jabir, diriwayatkan oleh Ibnu Majah 1643 darinya secara ringkas dari jalan yang lain, haditsnya shahih. Do'a yang dikabulkan itu ketika berbuka, sebagaimana akan datang penjelasannya, lihatMisbahuh Azzujajah no. 60 karya Al-Bushri]

Rasulullah SAW bersabda :

الصِّيَامُ جُنَّةٌ مِنْ النَّارِ
Puasa adalah perisai (yang melindungi) dari api neraka (HR. Ahmad dan Hakim)

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda (yang artinya): 
“Wahai sekalian para pemuda, barangsiapa di antara kalian telah mampu ba'ah (mampu dengan berbagai macam persiapannya) hendaklah menikah, karena menikah lebih menundukkan pandangan, dan lebih menjaga kehormatan. Barangsiapa yang belum mampu menikah, hendaklah puasa karena puasa merupakan wijaa' (pemutus syahwat) baginya" 
[Hadits Riwayat Bukhari 4/106 dan Muslim no. 1400 dari Ibnu Mas'ud]
 




4. Bau mulut orang yang puasa lebih baik di sisi Allah daripada minyak misik

Nabi SAW bersabda :



وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ تَعَالَى مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ

Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada harumnya minyak misik… (Muttafaq 'Alaih)


5. Orang yang Puasa Termasuk Shidiqin dan Syuhada

Dari 'Amr bin Murrah Al-Juhani radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Datang seorang pria kepada Nabishallallahu 'alaihi wa sallam kemudian berkata: "Ya Rasulullah, apa pendapatmu jika aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang hak kecuali Allah, engkau adalah Rasulullah, aku shalat lima waktu, aku tunaikan zakat, aku lakukan puasa Ramadhan dan shalat tarawih di malam harinya, termasuk orang yang manakah aku?" Beliau menjawab (yang artinya): "Termasuk dari shidiqin (orang-orang yang benar keimanannya -pentdan syuhada (orang-orang yang mati syahid -pent)". [Hadits Riwayat Ibnu Hibban no.11 zawaidnya, sanadnya Shahih]

6. Orang yang puasa akan mendapat dua kegembiraan

Rasulullah SAW bersabda :


لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ يَفْرَحُهُمَا إِذَا أَفْطَرَ فَرِحَ ، وَإِذَا لَقِىَ رَبَّهُ فَرِحَ بِصَوْمِهِ

Orang yang berpuasa memiliki dua kegembiraan; ketika berbuka dia gembira dengan bukanya dan ketika bertemu Tuhannya dia gembira dengan puasanya. (Muttafaq 'Alaih)


7. Pahala Orang Puasa Tidak Terbatas

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, (bahwasanya) Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallambersabda (yang artinya): 
Allah Ta'ala berfirman: "Semua amalan bani Adam untuknya kecuali puasa karena puasa itu untuk-Ku dan Aku akan membalasnya". Puasa adalah perisai, jika salah seorang dari kalian sedang berpuasa janganlah berkata keji dan berteriak-teriak, jika ada orang yang mencercanya atau memeranginya, maka ucapkanlah: 'Aku sedang berpuasa'. Demi dzat yang jiwa Muhammad di tangan-Nya, sesunguhnya bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi di sisi Allah daripada baumisk (kesturi). Orang yang puasa mempunyai dua kegembiraan. Jika berbuka mereka gembira, jika bertemu Rabbnya mereka gembira karena puasa yang dilakukannya"
[Bukhari 4/88, Muslim no. 1151, Lafadz ini bagi Bukhari].

Di dalam riwayat Bukhari (disebutkan yang artinya): 
"Dia meninggalkan makan, minum dan syahwatnya karena puasa untuk-Ku, dan Aku yang akan membalasnya, kebaikan dibalas dengan sepuluh kali lipat yang semisal dengannya".

Di dalam riwayat Muslim (yang artinya): 
"Semua amalan bani Adam akan dilipatgandakan, kebaikan dibalas dengan sepuluh kali lipat yang semisal dengannya, sampai tujuh ratus kali lipat. Allah Ta'ala berfirman: "Kecuali puasa, karena puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya. Dia (bani Adam) meninggalkan syahwatnya dan makanannya karena Aku". Bagi orang yang puasa ada dua kegembiraan; gembira ketika berbuka dan gembira ketika bertemu Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang puasa di sisi Allah adalah lebih wangi daripada bau misk".

8. Memasukkan pelakunya ke dalam surga

Suatu hari Abu Umamah datang kepada Nabi SAW dan bertanya tentang amal yang bisa memasukkannya ke surga. Imam Ahmad, Nasa'i dan Hakim meriwayatkan dalam hadits berikut ini:


عَنْ أَبِى أُمَامَةَ قَالَ أَتَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَقُلْتُ مُرْنِى بِعَمَلٍ يُدْخِلُنِى الْجَنَّةَ. قَالَ « عَلَيْكَ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لاَ عِدْلَ لَهُ ». ثُمَّ أَتَيْتُهُ الثَّانِيَةَ فَقَالَ « عَلَيْكَ بِالصِّيَامِ »

Dari Abu Umamah berkata: Saya datang kepada Rasulullah SAW, maka saya berkata: "Perintahkan kepada saya dengan sebuah amal yang dapat memasukkan saya ke dalam surga!" Rasulullah SAW menjawab: "Berpuasalah, sesungguhnya tiada tandingan baginya" Kemudian saya datang untuk kedua kalinya, maka Beliau berkata: "Berpuasalah" (HR. Ahmad, Nasa'i dan Hakim dan dia menshahihkannya)


9. Puasa Sebagai Kafarat

Diantara keistimewaan puasa yang tidak ada dalam amalan lain adalah; Allah menjadikannya sebagai kafarat bagi orang yang memotong rambut kepalanya (ketika haji) karena ada udzur sakit atau penyakit di kepalanya, kaparat bagi yang tidak mampu memberi kurban, kafarat bagi pembunuh orang kafir yang punya perjanjian karena membatalkan sumpah, atau yang membunuh binatang buruan di tanah haram dan sebagai kafarat zhihar. Akan jelas bagimu dalam ayat-ayat berikut ini.

Allah Ta'ala berfirman (yang artinya): 
"Dan sempurnakanlah olehmu ibadah haji dan umrah karena Allah; maka jika kamu terkepung (terhalang oleh musuh atau sakit), maka wajib menyembelih kurban yang mudah didapat. Dan janganlah kamu mencukur rambut kepalamu, hingga kurban itu sampai ke tempat penyembelihannya. Jika ada diantaramu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu ia bercukur), maka wajib atasnya berfidyah, yaitu berpuasa atau bersedekah atau berkurban. Apabila kamu telah (merasa) aman, maka bagi siapa yang ingin mengerjakan umrah sebelum haji (di dalam bulan haji), (wajiblah ia menyembelih) kurban yang mudah di dapat. Tetapi jika ia tidak menemukan (binatang kurban atau tidak mampu), maka wajib berpuasa tiga hari dalam masa haji dan tujuh hari (lagi) apabila kamu telah pulang kembali. Demikian itu (kewajiban membayar fidyah) bagi orang-orang yang keluargannya tidak berada (di sekitar) Masjidil Haram (orang-orang yang bukan penduduk kota Makkah). Dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksa-Nya"
 [Al-Baqarah : 196]

Allah Ta'ala juga berfirman (yang artinya): 
"Dan jika ia (si terbunuh) dari kaum (kafir) yang ada perjanjian (damai) antara mereka dengan kamu, maka (hendaklah si pembunuh) membayar diat (denda) yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh) serta memerdekakan hamba sahaya yang mukmin. Barangsiapa yang tidak memperolehnya, maka hendaklah (si pembunuh) berpuasa dua bulan berturut-turut sebagai cara taubat kepada Allah. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana" 
[An-Nisaa' : 92]

Allah Ta’ala berfirman (yang artinya): 
"Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah kamu yang kamu sengaja, maka kafarat (melanggar) sumpah itu ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. Barangsiapa tidak sanggup melakukan yang demikian, maka kafaratnya puasa selama tiga hari. Yang demikian itu adalah kafarat sumpah-sumpahmu bila kamu bersumpah (dan kamu langgar). Dan jagalah sumpahmu. Demikianlah Allah menerangkan kepadamu hukum-hukum-Nya agar kamu bersyukur (kepada-Nya)"
[Al-Maidah : 89]

Allah Ta’ala berfirman (yang artinya): 
"Orang-orang yang men-zhihar *) isteri mereka kemudian mereka hendak menarik kembali apa yang mereka ucapkan, maka (wajib atasnya) memerdekakan seorang budak sebelum kedua suami istri itu bercampur. Demikianlah yang diajarkan kepada kamu, dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Barangsiapa yang tidak mendapatkan (budak), maka (wajib atasnya) berpuasa dua bulan berturut-turut sebelum keduanya bercampur. Maka siapa yang tidak kuasa (wajib atasnya) memberi makan enam puluh orang miskin. Demikianlah supaya kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan itulah hukum-hukum Allah, dan bagi orang-orang kafir ada siksaan yang sangat pedih"
[Al-Mujaadilah : 3-4]

*) Zhihar di kalangan bangsa Arab waktu itu ialah bila suami mengatakan kepada isterinya: "punggungmu bagiku seperti punggung ibuku". Maksud ucapan ini ialah ia tidak mau lagi menggauli (menyetubuhi) isterinya. Ucapan ini tidak dianggap talak namun disebut zhihar

10. Puasa akan menjadi pemberi syafa'at bagi pelakunya

Rasulullah SAW bersabda :


الصِّيَامُ وَالْقُرْآنُ يَشْفَعَانِ لِلْعَبْدِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Puasa dan Al-Qur'an akan memberikan syafa'at bagi seorang hamba di hari kiamat (HR. Ahmad dan Hakim)

11. Puasa Bisa Memasukkan Hamba ke Surga

Dari Abu Umamah radhiyallahu 'anhu katanya, "Aku berkata (kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam): "Wahai Rasulullah, tunjukkan padaku suatu amalan yang bisa memasukkanku ke surga?" 
Beliau menjawab: 
"Hendaklah kamu sering berpuasa, tidak ada (amalan) yang semisal dengan itu" 
[Hadits Riwayat Nasa'i 4/165, Ibnu Hibban hal. 232 Mawarid, Al-Hakim 1/421, sanadnya Shahih]

Wallaahu a'lam bish shawab
Hikmah Puasa :
- Meningkatkan ketaqwaan 
- Meningkatkan rasa syukur atas segala nikmat Allah SWT
- Orang yang berpuasa menyibukkan hatinya dengan pikir dan dzikir
Manfaat Puasa 
Pengaruh mekanisme puasa terhadap kesehatan jasmani meliputi berbagai aspek kesehatan, diantaranya yaitu :
- Memberikan kesempatan bagi alat pencernaan untuk beristirahat.
- Puasa merupakan terapi detoksifikasi atau pembersihan racun dari dalam tubuh.
- Memblokir makanan untuk bakteri, virus, dan sel kanker sehingga kuman-kuman tersebut tidak bisa bertahan hidup.  
- Menambah jumlah sel darah putih dan meningkatkan daya tahan tubuh. 
- Menyeimbangkan kadar asam dan basa dalam tubuh.
- Memperbaiki fungsi hormon yang diperlukan dalam berbagai proses fisiologis dan biokimia tubuh.
- Meremajakan sel-sel tubuh. 
- Meningkatkan fungsi organ tubuh. 
- Puasa meningkatkan fungsi organ reproduksi.
- Puasa juga membantu meredakan nyeri pada persendian, bagi orang yang menderita arthritis atau radang sendi.
- Puasa bisa mengatasi tekanan darah tinggi tanpa pengobatan medis.
- Pengurangan konsumsi air selama puasa, bisa membantu mengatasi akumulasi cairan yang berlebihan pada tubuh. 
Meskipun tidak terlalu signifikan, puasa juga bermanfaat bagi Anda yang ingin menurunkan berat badan berlebih.
- Memperlambat penuaan serta mencegah penyakit yang sering timbul pada usia lanjut dan kanker.
Hal-hal yang membatalkan Puasa 
-
Bersenggama siang hari 
- Mengeluarkan sperma dengan sengaja (mastrubasi/onani)
- Makan Dan Minum Dengan Sengaja 
- Haid Dan Nifas 
- Muntah Disengaja
- Murtad
- Merokok
- Memasukan Suntikan (Berupa Makanan) 
- Memasukan Air Drai Dubur (lubang Belakang)

Sumber : <klik disini>